Mountain Bike -In my newbie side-



Bicycle... bicycle....I want to ride my bicycle.... I want to ride my bike.I want to ride my bicycle. I want to ride it where I like (Queen: Bicycle Race)


Well, lagu ini dipopulerkan oleh Queen, merupakan tribute Freddie Mercury untuk salah seorang atlet Tour de France di tahun 1980-an. Rasanya lagu itu memang pas untuk menggambarkan serunya main sepeda.

Pernahkah Anda mencoba membayangkan bagaimana rasanya menuruni pebukitan dengan mengendarai sepeda. Agak mendebarkan dan dibutuhkan keberanian serta perlengkapan lumayan lengkap memang. Namun, jika Anda penggemar adrenalin yang meninggi hingga ke ubun-ubun, olahraga ekstrim ini patut Anda coba.

Dengan kecepatan yang bisa mencapai 80 km per jam, turunan tanpa aspal sejauh 800 meter dilibas dalam waktu kurang dari satu menit. Penikmat hobi yang satu ini tentu akan berteriak menyelaraskan diri dengan adrenalin yang berpacu di jantungnya. Mereka umumnya menggemari ini hingga tak bisa lepas pandangan untuk mencoba berbagai pebukitan yang ditemui. Untuk pehobi kelas berat, mungkin dalam satu minggu bisa diluangkan waktu hingga dua hari untuk melintasi pebukitan dengan kecepatan dan kesigapan tangan mengendalikan laju roda sepeda gunung.

Sejarah

Hikayat menyebutkan, sepeda dahulu kala dibuat pertama kali bukan untuk sarana rekreasi apalagi olahraga namun murni sebagai bentuk transportasi yang lebih efisien dan tak menguras tenaga ketimbang jalan kaki. Di zaman Mesir Kuno, sepeda hanyalah sebuah balok melintang dengan dua roda kayu di bawahnya. Kala itu tak dikenal pengayuh atau pedal.

Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan.

Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya. Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817.

Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.

Yang mempopulerkan pedal dan rantai penggerak roda belakang adalah J ames Starley. Sehingga pada tahun 1900 di Amerika Serikat tercatat ada 70 ribu buruh untuk membuat 4 juta unit sepeda. James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil.
Klasifikasi Sepeda

Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan. Namun untuk olahraga yang satu ini kita harus memilih spsefikasi dari berbagai jenis sepeda yang akan kita gunakan, karena itu yang akan menentukan permainan sepeda apa yang akan kita lakukan. Sepeda sendiri ada berbagai ragam mulai dari sepeda BMX untuk freestyle maupun untuk Downhill dan Roadbike yang lebih dikenal ‘sepeda Balap’ ataupun Mountain Bike (MTB) yang sering disebut ‘Sepeda Gunung’.

Dari jenis olahraganya, bersepeda bisa dibagi dua, yaitu on road dan off road. Pada tipe on road atau road bike,trek yang ditempuh biasanya di jalan – jalan dalam kota. Sedangkan pada tipe off road atau extreme bike, trek yang digunakan adalah pada medan jalan tanah dan bergunung. Karena medan yang dilalui relatif lebih sulit, tak heran jenis sepeda ini lebih lengkap. Berdasarkan suspensi atau peredam kejut, design sepeda dapat dikategorikan menjadi empat jenis:
- Fully Rigid : Jenis ini memiliki rangka yang kaku, tanpa ada suspensi baik depan maupun belakang.
- Softtail : Frame-nya menggunakan suspensi yang disebut dengan “elastomer“, fungsinya adalah untuk menggerakkan frame melewati medan yang tidak rata.
- Hardtail : Jenis ini memiliki bagian depan yang bersuspensi, sedangkan frame dengan bagian chain stay kaku tanpa ada suspensi. Tipe hard tail biasanya dipakai di medan yang bervariasi. Tipe hard tail sendiri bisa dicirikan dari adanya satu shockbreaker di garpu depan. Kalau tipe ini lebih cepat mendapatkan momentum ketika digenjot sehingga untuk mendapat kecepatan maksimum jadi lebih gampang. Tipe ini cocok buat yang senang cross country atau main di daerah pedesaan. Untuk yang suka modifikasi, kita bisa menambah shockbreaker, rem cakram, menambah gir, dan lain-lain
- Dual/Full Suspension : Sepeda jenis ini memiliki suspensi untuk bagian garpu depan dan bagian chain stay. Mekanisme kerja peredam kejut di bagian chain stay menggunakan penggerak (Pivot) yang menghubungkan lower dan upper chain stay, sehingga membuat ban belakang dapat naik-turun mengikuti kontur medan yang dilalui. Untuk full suspention biasanya dipakai buat penggemar turunan atau downhill. Hal ini penting karena getaran sepeda saat turun bisa diredam oleh shockbreaker di garpu depan dan belakang sepeda. Sepeda jenis ini biasanya fork (garpu) depannya lebih tinggi ketimbang belakang. Soalnya ketika di turunan, sudut kemiringan sepeda enggak akan terlalu ekstrem. Alhasil sepeda jadi lebih mudah dikontrol.
Mountain bike (MTB) menurut data, lahir tahun 1976. Dia tercipta oleh beberapa kelompok orang California yang awalnya dijuluki clunker atau cruiser di kawasan Marin County. Orang-orang ini sebelumnya ‘gila berat’ dengan sepeda jenis bicycle motor cross (BMX). Mereka jika lomba dengan BMX, gayanya itu khas sekali. Yakni, lompat-lompat di atas balok kayu (log jump), batu dan sebagainya.

Tapi kenapa mereka pindah ke MTB dan menciptakan sepeda jenis itu? Menurut mereka, BMX kurang mampu menempuh jarak jauh sambil mendaki atau pun menuruni bukit. Selain itu, frame geometrical-nya (kerangka) amat beda sehingga teknis pengendaliannya juga berbeda. Pada log jump, MTB tak mampu melakukan manuver seperti itu tapi BMX begitu mudah dan tangkas.

Berdasarkan cara mengendarai dan jenis medan Setidaknya ada 5 jenis Mountain Bike berdasarkan fungsinya, yaitu: - Cross country (XC). Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan. Sepeda jenis ini dapat digunakan untk melibas segala jenis trek yang bervariasi seperti tanjakan, turunan, aspal maupun kubangan lumpur. Namun, sepeda ini memang tidak dirancang untuk turunan yang sulit, khusus untuk turunan yang sulit lebih pas kalo kita gunakan sepeda jenis Downhill (DH). Sepeda jenis ini biasanya menggunakan bahan logam yang ringan. Di Indonesia banyak dipertandingkan kelas cross country dan downhill. Karena dilihat dari jumlah peminat dan penggemar sepeda lintas alam yang jauh lebih banyak serta dari segi risiko dan biaya perlengkapan yang jauh lebih rendah.
- Enduro / All mountain (AM). Dirancang untuk lintas alam berat seperti naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, dan menjelajah medan offroad jarak jauh. Keunggulan all mountain ada pada ketahanan dan kenyamanannya untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full-suspension. Sepeda ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan jenis XC, perbedaan utamanya adalah pada bobot. Sepeda AM lebih berat dibandingkan dengan XC. Bobot yang lebih berat ini dimaksudkan untuk mengantisipasi medan yang lebih ekstrim dan ukuran rangka biasanya lebih besar dari XC.
- Freeride (FR). Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (lompatan) tinggi dan kondisi ekstrim sejenisnya. Bodinya kuat namun tidak secepat dan selincah all mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh. Julukan freeride ini mengikuti jenis aliran yang ingin mendobrak keteraturan yang hanya melewati jalur atau medan yang dilewati. Bagi penikmat sepeda ini, freeride adalah “No Way End for My Bike“. Berat sepeda jenis ini bisa lebih berat dari jenis AM dan XC.
- Downhill (DH). Dirancang agar dapat melaju cepat, aman dan nyaman dalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi suspensi belakang untuk meredam benturan yang sering terjadi. Sepeda DH tidak mengutamakan kenyaman mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Sepeda downhill juga lebih mengacu pada lomba, sehingga selain kekuatan, yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah bagaimana agar dapat melaju dengan cepat. Untuk menuju ke lokasi, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka namun diangkut dengan mobil. Tidak efisien dipergunakan di dalam kota maupun di jalur cross country.

Sepeda jenis ini memang dirancang untuk dapat digunakan pada jalur yang penuh dengan turunan. Sepeda jenis ini juga memiliki berat yang lumayan dan biasanya terbuat dari logam yang cukup tebal dan berat (Berat sepeda sangat berguna untuk meluncur mengikuti gravitasi bumi..). Ciri yang kasat mata lainnya selain bentuknya yang menyerupai motor trail tanpa mesin, adalah jumlah gear depan dan belakang yang biasanya lebih sedikit. Suspensi depan biasanya memiliki travel berkisar antara 150 mm sampai dengan 200 mm, hal ini dimaksudkan agar getaran yang timbul dapat teredam dengan baik. Sedangkan suspensi belakang menggunakan travel berkisar antara 7 sampai 8 inchi.

Biasanya, berjenis full supension bike, yang mempunyai peredam kejut di bagian depan dan belakang. Fungsi kedua peredam kejut itu untuk lebih menjaga kemampuan kontrol, kekuatan menahan beban dan traksinya. Itu sebabnya, daya travel peredam kejut ini mencapai 7 inci. Yang tidak boleh terlewatkan adalah soal sistem pengereman. Melihat risiko dan medan yang dijelajahi, sepeda downhill memakai rem cakram. Di bagian crank, yaitu lengan ayun untuk mengayuh sepeda terpasang pada botom bracket dan di ujung satunya lagi terpasang pedal, punya spesifikasi khusus. Sepeda downhill hanya memiliki satu piringan chainwheel (piringan bergerigi yang berada pada chainset/komponen crank). Sepeda ini tidak bisa dipakai di medan menanjak. Dengan tuntutan spesifikasi yang khusus itu komponen sepeda downhill menjadi mahal. Bila dihitung-hitung, harga satu set sepeda yang siap bisa dipakai bermain, harganya mulai dari Rp 16 juta.

Seorang pemain sepeda downhill harus melengkapi dirinya dengan alat-alat keamanan. Karena risiko yang ditimbulkan lebih ekstrem dan berbahaya. Helm full face, pelindung dada dan tulang belakang wajib dikenakan. Kemudian masih ditambah pelindung siku, pergelangan dan tulang kering. Sepatunya juga khusus. Bila sudah siap berlaga, jangan lupa pakai kacamata (google) dan sarung tangan. Biaya pembelian perlengkapan keselamatan juga tidak murah. Helm full face biasanya berkisar Rp 1 juta, body protector komplet (Rp 1 – 2 juta), sepatu (sekitar Rp 500 ribu), kacamata (tak lebih dari Rp 1 juta) dan sarung tangan (sekitar Rp 200 ribu). Nah, sekarang anda bisa memperkirakan biaya yang akan anda keluarkan saat ingin mencoba hobi menarik yang satu ini.
- Dirtjump (DJ)/ Urban and Street (DJ). Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung selain sebagai alat transportasi, ngebut di jalanan kota, juga digunakan untuk melakukan atraksi lompatan tinggi dan ekstrim. Fungsinya mirip BMX namun dengan bentuk yang diperbesar. Umumnya sepeda DJ memiliki frame yang hampir sama dengan jenis sepeda BMX (singkatan dari B=Bicycle M=Moto X=Cross), tetapi memiliki diameter yang lebih besar antara 30% - 40%. Jika BMX memiliki diameter ban 20 inchi, sepeda DJ menggunakan diameter 24″. Jenis sepda DJ ini digunakan untuk dapat melewati segala kontur yang sudah dibuat (biasanya diwilayah perkotaan) seperti trotoar, tangga, tembok dan sebagainya.
Get your new Stuff !!
- Beli jadi atau rakitan ?
Jangan anggap enteng masalah ini. Memilih sepeda, khususnya mountain bike bukan hal sepele. Begitu memasuki toko sepeda ada beragam pilihan yang membingungkan. Tanpa pengetahuan memadai tentang sepeda bisa-bisa kita membeli sepeda yang tidak sesuai dengan fungsinya. Bagi yang berkantong tebal salah membeli sepeda tentu bukan problem serius. Tapi bagi mereka yang harus menabung sedikit demi sedikit untuk membeli sepeda, salah memilih adalah perkara besar.

Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi sepeda dan kebutuhan kita. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah setting. Misalnya, ingin bike to work dengan jarak rumah ke kantor 40 km tapi yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike. Lebih sempit lagi, dalam dunia MTB misalnya, sepeda cross country dipakai untuk downhill, atau sepeda downhill dipakai dirtjump.Mountain Bike dapat dibeli dalam bentuk sepeda jadi (full-bike) maupun rakitan yang komponennya kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang harus dipilih?

Pilihan pertama, membeli full-bike, berarti tinggal datang ke toko, pilih, bayar dan langsung pakai. Mudah sekali. Jika Anda tak mau repot, atau bersepeda bagi anda sekadar untuk berolah-raga dan sarana transportasi alternatif, maka membeli sepeda full-bike sangat cocok. Namun membeli full-bike juga membuat sepeda kita kurang memiliki nilai personal, karena pasti tidak sedikit orang lain yang memiliki sepeda sama dengan kita.

Pilihan kedua, sepeda rakitan, berarti kita memilih komponen dan membangun sepeda sendiri. Memang lebih merepotkan. Tapi kelebihannya, sepeda rakitan memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena sesuai dengan keinginan dan gaya pribadi. Faktor yang harus diperhatikan dalam merakit adalah kita harus faham kecocokan dari masing-masing komponen. Membeli sepeda secara rakitan karenanya kurang disarankan bagi pemula. Para pemula yang ingin merakit sepeda sendiri sangat disarankan mengajak pesepeda yang lebih senior. Proses perakitannya juga sebaiknya diserahkan kepada tokonya, kita hanya sekadar memilih komponennya saja.

Untuk masalah kualitas, sebetulnya sama saja antara beli jadi dengan rakitan. Tetapi untuk masalah harga, dengan tingkat komponen setara, biasanya sepeda full-bike lebih murah. Kenapa? Karena sepeda full-bike diproduksi secara masal, sehingga bisa menekan biaya produksi. Kecuali bila kita merakit sepeda dengan memakai frame bajakan (generik), maka harga sepeda rakitan jelas lebih murah. Frame bajakan adalah frame sepeda gunung dengan merk terkenal (misalnya Specialized, Schwinn, Kona, dll.) tapi sebenarnya bukan buatan pabrik tersebut. Harga frame bajakan bisa 1/10 frame aslinya.
- Hardtail atau full-suspension ?
Lalu bagaimana memilih MTB yang baik dan mampu mengatasi medan berat? Menurut para pakar, sebaiknya belilah sesuai kebutuhan dan keperluan. Jika cuma untuk dipakai dalam jarak pendek, tentu tak perlu yang mahal. Namun jika suatu hari kita punya minat untuk membeli yang ternama, pastikan belilah yang top branded. Sebab, lazimnya produk ternama memberi jaminan kualitas yang pasti.

Ketika menanyakan hal ini biasanya para pemula akan disarankan memulai dengan hardtail. Alasannya antara lain agar para pemula terlebih dulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan, efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian dan sederhana dalam perawatan. Baru setelah jam terbangnya dengan hardtail cukup banyak dapat beralih ke fulsus.

Saran ini sekarang mungkin sudah kurang relevan lagi, meskipun juga tidak salah. Mengapa? Karena, saat ini telah banyak sepeda fulsus yang memiliki performa dan efisiensi mendekati hardtail. Terutama pada sepeda 'kelas atas'. Jadi, bila bujetnya memang sudah tersedia, tidak ada salahnya langsung mencoba fulsus. Begitu pula bagi orang-orang yang baru memulai bersepeda di usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat bersepeda menjadi lebih nyaman. Tentunya, yang dipilih bukan fulsus 'asal jadi' dengan efek bobbing besar (biasanya produk Cina), karena justru akan menyengsarakan dan jangan-jangan malah akan membuat kapok bersepeda. Efek bobbing adalah rantai mengendor dan mengencang akibat gerakan suspensi belakang, membuat kayuhan menjadi berat dan energi kita terbuang percuma.Tetapi satu hal yang pasti, untuk pemula yang baru pertama kali membeli MTB, belilah sepeda cross country terlebih dahulu. Baik hardtail maupun fulsus. Jangan membeli sepeda freeride, apalagi downhill.

Yang jadi masalah sekarang adalah harganya. Untuk bisa serius dan fokus di olahraga ini, punya sepeda yang baik dan bagus wajib hukumnya. Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya tentukan dulu berapa bujet, baru kemudian cari sepeda yang sesuai dengan anggaran kita itu. Jika bujetnya cuma 800 ribu rupiah, carilah sepeda seharga itu. Jangan mudah tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas bujet yang disiapkan..
-Harga
Memang, semakin mahal harga sebuah sepeda semakin baik pula kualitasnya. Pepatah 'harga tidak akan menipu' dan 'ada harga ada rupa' berlaku dalam membeli sepeda. Lantas apakah kegiatan ini hanya ditujukan bagi mereka yang berkantong tebal? "Tidak juga. Banyak dari mereka yang berasal dan kalangan bawah yang suka olahraga ini. Mahal itu relatif dan tidak bisa diukur. Banyak sepeda yang harganya murah. Tapi memang standarnya sepeda yang untuk bertanding sekitar Rp 5 juta. Sedangkan untuk championship itu sekitar Rp 20 juta-an. Sekarang tinggal kita yang memilih sendiri. Apakah sepeda itu untuk bertanding demi negara, atau hanya untuk having fun saja," kata Suwandra.

Daripada mempersoalkan gengsi, lebih penting untuk membuktikan bahwa meski dengan sepeda murah tapi lebih jago di tanjakan, lebih piawai di medan offroad, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil, tentu saja, sisihkan sebagian penghasilan anda agar ke depannya dapat mengupgrade sepeda anda atau membeli sepeda yang lebih sesuai dengan keinginan.

Bahkan, beberapa merek sepeda gunung harganya bisa melangit hingga di atas Rp 50 juta. Biasanya, kerangka sepeda itu terbuat dari karbon fiber. Beratnya pun begitu ringan dan bisa diangkat dengan satu tangan. Desainnya pun semakin berkembang mengikuti kebutuhan si pengguna. Kini, banyak sepeda yang menggunakan rem cakram. Ini merupakan adaptasi teknologi kendaraan bermotor. Artinya, tingkat keamanan pun semakin tinggi pula. Guna meredakan kejutan atau goncangan, umumnya sepeda gunung dilengkapi dengan shockbreaker, entah di depan, tengah, atau bagian belakang, dilengkapi dengan sensor komputer yang akan mengatur kerja shockbreaker. Jadi begitu dijalanin dan merasakan kontur jalan, sepeda akan mengatur seberapa banyak getaran yang akan diserap.

Sepeda gunung bisa dibeli mulai dari harga 700 ribu hingga puluhan juta rupiah. Kualitas bahan, fitur dan desainnya lah yang membedakan. Sepeda gunung seharga 700 ribu framenya masih terbuat dari besi, sedangkan yang puluhan juta berbahan serat karbon, bahan yang sama dengan pesawat terbang. Bagi kebanyakan orang, frame berbahan aluminium sudah mencukupi. Tetapi sekadar saran, jika bujet Anda mencukupi, jangan membeli sepeda gunung dengan harga di bawah 1 juta rupiah. Untuk pemula yang sekadar ingin bicycling for fun, sepeda berharga 1,5 - 3 juta rupiah sudah sangat mumpuni. Kecuali jika Anda sudah mulai serius menekuni hobi ini dan menjadi kecanduan berat, sepeda seharga 10 juta rupiah pun masih dirasa kurang.

Richard Cunningham yang mendesain sepeda gunung dengan merek Nishiki dan Mantis menyarankan pada mereka yang serius tapi punya dana pas-pasan, agar membeli frame (terbaik) lebih dulu ketimbang membeli sepeda komplit yang mahal sekali. Bagian atau komponen lain bisa dibeli satu per satu yang sesuai dengan komponen sehingga tak perlu berkali-kali melakukan perbaikan. Yang juga tak kalah penting adalah di saat kita berhadapan dengan pedagang sepeda. Pertama kali mintalah brosur (katalog) yang berisi spesifikasi. Sesuaikan geometri sepeda yang akan dibeli dengan geometri sepeda yang harganya lebih tinggi. Kalau kita menemukan kesamaan geometri dengan sepeda yang akan kita pilih, antara lain head angle (sudut kepala stang), seat angle (sudut pipa sadel dengan pipa atas), top tube length (panjang pipa atas) dan chainstay length (panjang pipa kedudukan rantai) maka sepeda Anda sudah mirip sepeda yang harganya lebih mahal.
-Merek ?
Sepeda seperti halnya mobil. Industri sepeda juga mengeluarkan model-model baru dengan sentuhan inovasi-inovasi terkini sehingga nyaman dikendarai. Bahan kerangkanya tidak hanya terbuat dari besi atau campuran baja seperti zaman dulu. Sekarang kerangka sepeda berasal dari bahan-bahan yang eksotis, seperti titanium, aluminium, dan serat karbon. Beratnya lebih ringan, tetapi lebih kuat dibandingkan dengan sepeda-sepeda dulu.

Yang jadi pertanyaan bagaimana mengetahui sepeda itu mereknya ternama, sementara kita sama sekali belum tahu apa-apa tentang sepeda? Ini gampang, tanyakan pada dealer atau toko sepeda tentang spesifikasi sepeda yang bakal dibeli. Merek sepeda yang beken biasanya spesifikasi dan ukurannya jelas dan tak berubah-ubah. Atau lihat majalah sepeda untuk mengetahui lebih jauh tentang itu.

Sekarang ini ada sepeda yang harganya mencapai Rp 60 juta. Sepeda mahal itu menggunakan kerangka terbuat dari karbon fiber. Beratnya pasti ringan, sekitar 10 kg. Bisa ditenteng dengan satu tangan. Sepeda gunung berkelas ini antara lain bermerek Canondale buatan Cannondale Bicycle Corp. Terakhir, perusahaan pembuat mobil Audi juga memproduksi sepeda yang diberi nama Audi Bicycle, Mountain Bike Cross Pro. Audi mematok harga sepeda per unit Rp 33 juta.

Frame sepeda gunung yang ditawarkan Audi terbuat dari aluminium dengan desain khusus untuk cross country yang full suspensi. Remnya menggunakan rem cakram, disk brake Magura Marta yang kuat mencengkeram. Cocok untuk digunakan dalam kota yang banyak sepeda motor dan mobil yang kadang-kadang berhenti mendadak.

Dan jangan lupa cek pipa kerangka sepeda (frame tubes). Material kerangka MTB terbuat dari macam-macam bahan. Ada yang dari besi sehingga kuat dan keras, namun akhirnya sepeda jadi berat. Juga ada bahan yang terbuat dari besi campuran yang disebut High Tension atau sering disingkat Hi-Ten yang lebih ringan dari besi. Kemudian lahir penemuan baru lagi yakni Chromoly. Tujuannya sama agar sepeda menjadi lebih ringan dari sebelumnya. Tapi belum lama Chromoly hadir, lahir konsep tubing baru yang disebut Tange. Yang disusul lagi oleh Alumunium, Carbon, dan Titanium. Sepeda pun menjadi semakin ringan namun tetap kuat.

Sepeda gunung umumnya menggunakan shokbreker, baik di bagian depan, tengah, maupun belakang. Sepeda buatan Audi juga demikian. Namun, Audi membuatnya sangat terbatas, hanya 200 unit. Perusahaan otomotif ini tampaknya tahu bahwa konsumen sepeda yang dibuatnya hanya untuk kalangan tertentu, yaitu kalangan menengah ke atas, orang yang tidak sayang membeli sebuah sepeda dengan harga puluhan juta rupiah.

hey die Welt, das bin Ich

Orang-orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan dan ketenangan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata. Karena itu jika anda dalam pergumulan yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup, angkatlah kepala ke atas karena kemungkinan anda sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang luar biasa. (anonimous)


Assalammualaikum ya Akhi..ya Ukhti..


Di hari yang baik ini, saya ingin mengucapkan..
Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H.

Mohon Maaf Lahir Batin atas segala sikap dan lisan yang tak layak baik yang disengaja atau tidak disengaja maupun yang hanya diketahui Allah..

Semoga kita menjadi golongan orang - orang yang selalu mengingat Sang pemilik Asmaul Husna..

InsyaAllah hari ini semakin melembutkan dan merendahkan hati kita...merasakan penderitaan kaum Dhuafa dan bernafkah dijalan Allah..

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar..
Laa Illaaha Illallahhu wallahu Akbar...
Allahu Akbar waallilah illham..

Congratz yak.....!!!


“Adek..tadi kakak udah sidang. dia dapat A, kasih selamat gih....Adek gimana, kapan sidang?”

“Adek..Abang udh selesai ujian & presentasi. Hasilnya bagus ..Sekarang Inoe tinggal pengangkatan karyawan PT. Pertamina EP hari hari jum'at tgl 5..ama manajer HRD “


Dua pesan ini yang kuterima beberapa hari lalu..mengantarkan secercah senyum dalam hati kecilku. Ya, pesan tentang kakak - my twin yang baru saja ujian yudisium untuk kelulusan dari status mahasiwa kedokteran dan abang, calon DIRUT PERTAMINA kami...hahahaha


Ah, aku teringat saat kecil dulu..ketika kami masih bermain bersama...berlarian kesana kemari..atau bertengkar tak ada habisnya. Dili, kota kecil tempat kami pernah tumbuh bersama..hampir 4 tahun lamanya.

Sekarang, semua menjadi kenangan indah.
Hidup ini akan berakhir, cepat atau lambat.
Waktu terus berjalan, mencoba membantu mendewasakan kita.
Mudah - mudahan Allah mempertemukan kita di jannah nya kelak.

Selamat ya abang...kakak...
jangan lupa makan - makan nya ntar klo kita udah pada ngumpul di Jakarta.
Btw, Doain adek juga ya..:D

gute Fahrt


Tak terdengar tangis tak terdengar tawa..Redalah reda …
Waktu terus bergulir..Semuanya mesti terjadi..
Daun-daun berguguran. Tunas-tunas muda bersemi
-iwan fals, satu-satu-

Siapa yang berhak menentukan seseorang benar - benar ASTACALA atau bukan ? PR kah ? Badan diklat kah ? sidang anggota muda kah ? pendidikan dasar kah ? atau tanda tangan ketua ASTACALA ....? karena pertanyaan ini yang sontak memukul ketika selembar surat pengunduran diri ada ditanganku.

------- 


"Kak, sibuk ga?", begitu sapaan yang mengejutkanku di kamar samping yang kita sebut gua selarong ini. pertanyaan ini juga yang sering kudapatkan sejak maret lalu, entah bagaimana caranya orang yang bukan siapa - siapa tiba- tiba jadi tampak begitu sibuk hanya karena selembar surat keputusan pengangkatan ketua ASTACALA disahkan. entahlah. yang jelas saat itu pasti aku tak begitu sibuk kecuali menikmati kepala yang nyut - nyutan sejak siang tadi.

"Haa ya, Ada apa?", jawabku sekenanya, ternyata adikku yang membangunkan saat itu. "Ini", lalu diserahkannya amplop putih itu, yang sebelumnya sudah kubaca isinya dan kukembalikan lagi pada yang memberikan, seraya kuminta yang bersangkutan memberikannya langsung. mungkin sejak saat pagi itu migrain ku kambuh.


Lalu kubuka saja amplob itu, mencoba membaca isi yang sudah kuhafal apa kalimatnya, mencoba untuk tampak membaca meski mataku menolaknya. Lalu kutarik saja nafas panjang, mungkin mencoba untuk melepaskan energi kekecewaan yang teramat sangat sudah kutahankankan entah berapa lama, atau menahan sisa pertanyaan " mengapa" yang tak akan terjawab hingga sang waktu menginginkannya.



"hmm..apa ini maksudnya?", ucapku. "aku mau mengundurkan diri", jawabnya. lalu episode lain percakapan tak ada arti menyapa kami, meninggalkan buih yang akan hilang digulung ombak waktu.

"Begini, surat ini kukembalikan. tolong dipikirkan dulu, paling tidak semiggu ini. Kepalaku sedang sakit banget sekarang, lagi banyak masalah juga, benar - benar ga bisa mikir apa - apa. LEbih baik kita tenangkan hati dulu, nti ko udah agak dingin baru ngobrol lagi. bagaimana ?", ucapku mencoba menawarkan tawaran yang pasti hambar untuk nya.

"Besok kan sudah pembukaan pendas. aku ga bisa membuka sesuatu yang ga bisa aku selesaikan", jawabnya.

"Siapa bilang kamu belum membuka atau memulai?", jawabku.

....

....
"Hmm..ok maaf, ga usah dilanjutkan. surat ini kuterima dulu, nti kukabari lagi".

Lalu dia pergi meninggalkan ku dan sebuah ingatan, "ah, aku blum ashar. pantas saja", ucapku dalam hati.

...
...
...


Dan malam ini, jam dinding yang terbalik diruang ini menunjukan waktu 23.55, 1 desember 2007. Kami sudah berdiskusi hampir 4 jam lebih, ya..tapi tetap saja ia tak ada arti. Dan kutandatangani juga lembar putih ini, yang dihiasi baris tinta merah ASTACALA dan deretan kata berbunyi SURAT KEPUTUSAN Tentang PENGUNDURAN DIRI ANGGOTA. Tak pernah ku sanggka akhirnya akan kutandatangai juga surat macam ini. Pun tak pernah terpikirkan menerima bet nomor anggota , lambang dan slayer merah ASTACALA.


"akh..bahkan warnya nya pun belum lagi pudar adik ku.. mengapa ?" ucapku dalam hati. Tapi memang sebenarnya kita tidak punya hak mempertanyakan fakta yang sudah terjadi, toh memang bumi ini berputar diatas kesenjangan fakta dan harapan.


Aku terlempar sejenak pada saat - saat di beberapa tahun lalu, teringat mushaf kecil yang sempat kutitipkan padanya, diantara kesunyian malam gelap PENDIDIKAN DASAR ASTACALA 14. Mushaf kecil yang sebelumnya menemaniku dalam setiap perjalanan diwaktu yang lalu dan memberiku kekuatan untuk kembali berjalan esok hari. Waktu itu, kuharapkan ia mampu menjadi penawar sepi dan keraguan, seperti yang juga kurasakan. "jadikan sebagai penawar hati", ucapku malam itu. Tapi lalu ia kau tinggalkan hampir basah dalam carrier penuh lumpur ini, hingga akhirnya kutemukan. "ah, tidak apa - apa", ucapku mencoba meredam dalam hati.

Tapi siapa sangka,bertahun - tahun sesudahnya kau lakukan ini dengan ASTACALA ? dan memang, kalimat "ah, tidak apa - apa" itu tak sanggup lagi kuucapkan, karena memang ASTACALA bukan milikku saja, tidak seperti mushaf itu.

Aku seharusnya patah hati, tapi bahkan rasa sakit ini tak terasa sedikitpun. mungkin memang karena ia sudah kebas. Mungkin aku terlalu lama merenung dalam dinginnya gelap malam. Kini saat nya untuk menyalakan lagi api didepan bivak ini.

Dan, mulai saat ini kau memang bukan saudara ASTACALA ku lagi. Mudah-mudahan Allah meridhoi semua ini .. Dan tak pernah memutus tali silaturahim kita.

Selamat tinggal adikku, AM - 001 - MP.
ASTACALA !!!!

Mengapa Al - Kahfi


Tulisan ini sebenarnya sudah ingin direalisasikan beberapa minggu yang lalu. Namun seperti yang dibilang pak Budi Rahardjo dalam yang satu itu, sungguh banyak elemen yang menghambat kita untuk merealisasikan ide ke dalam tulisan. Entah malas, media saat itu meruntuhkan mood, faktor lingkungan, dan lain sebagainya.

Namun setelah membaca tulisan mas Artja, aku sempat tertegun sejenak dan sekejab segera ingin merealisasikan. Dan sejujurnya dalam hati jadi bertanya - tanya juga, mengapa mas Artja menuliskan tentang iitu.

Mengapa Al - Kahfi ?
Mungkin ada pertanyaan seperti itu yang terbersit ketika blogger mengunjungi beranda ini. Terutama diawal - awal ketika kucoba menjadikan media ini sebagai curahan kegelisahan dan baru berkorespondensi dengan blogger lain. Sebab memang tak ada sedikitpun penjelasan yang pernah kutulis, mengapa saya mencantumkan Al-Kahfi.
Sebagian mungkin akan ada yang berpikir "sedang sok ke arab - araban saja", atau "pengen keren cari icon", atau "memang lagi inget kata itu aja". Tapi terus terang disaat awal itu, aku malah tidak berniat orang lain tau tentang tempat ini. Bahkan ia sempat dijadikan sebagai "secreat place..just betwen me and my self (halah..). Tidak perlu ada link, tidak perlu komentar, tidak perlu sapaan di shoutbox, dll. Karena ya itu tadi...hanya sebagai media untuk mencurahkan kegelisahan. Dan sejujurnya, aku cukup terganggu ketika ada yang mengetok pintu di beranda ini. Tanda - tandanya, ya..kemampuan menulis ku (atau keinginan..?) drastis menghilang. Aneh bukan ?

"klo ga mau dibaca orang lain, ya jangan letakan kontennya di internet...aneh banget", mungkin begitu kalimat seperti itu yang awalnya tak akan mampu kutangapi. Namun kemudian aku teringat sesuatu. Dulu, orang bahkan memasang kunci khusus di buku hariannya agar orang lain tak bisa membaca isi didalamnya tanpa izin. Namun sekarang lihatlah, blog justur menjadi media favorit untuk menuliskan segala sesuatu (kisah cinta, argumen, kritik, puisi...?) untuk dibaca orang lain, bahkan mengharapkan komentar sebanyak mungkin.

Terlepas dari perubahan paradigma dan esensi lainnya, bukankah hal ini juga cukup aneh ?

Seiring berjalannya waktu juga, momen mengunjungi beranda tetangga, menyelami pemikiran dan memahmi rasa yang menyertai tulisan disana (dan kadang menuliskan komentar beserta link balik...), juga akhirnya menjadi hal yang menarik untukku. Silaturahim ini, walaupun di dunia maya dan dengan orang - orang yang bahkan tak dikenal ternyata mampu memberikan rasa yang beda dan perlahan mengantarkan benih inspirasi untuk menambah area beranda ini. Membuatku mencoba menggali lagi sisi lain area otak dan hati ini.

Berubah haluan...mabuk blog...atau apapun namanya, yang jelas aku sudah jatuh hati. Mulai dari sikap terhadap blog itu sendiri dan isinya, serta dunia didalamnya.

Mengapa Al - Kahfi ?
Pertanyaan ini belum kujawab juga. Blog ini ada di awal tahun 2006 lalu, itupun baru mulai diisi dengan tulisan beberapa bulan kemudian. Aku teringat, saat itu adalah periode ketika dunia petualangan penelusuran gua dan konservasinya sangat menarik perhatiankua..walaupun hingga saat ini, belum banyak kontribusi yang dapat kuberikan, malah membawa lebih banyak orang lagi untuk memasuki gua.


Namun setidaknya, ini menjadi rangkaian usaha kecil untuk membuat petualang muda ini setidaknya mengenal, ada lingkungan jauh di bawah kaki ini berpijak, yang sangat indah dan peka serta pasti membutuhkan perhatian...tidak hanya sekedar untuk dikunjungi, potret - potret sana sini, lalu pulang. Ada harapan yang membuncah, bahkan hingga saat ini..Caver - caver baru ini menjadi intelektual muda yang peka dan cerdas dengan "tempat bermainnya".

Al-Kahfi sendiri, sepengetahuanku adalah kata dalam bahasa arab untuk "gua" dan sekaligus yang menjadikannya istimewa, menjadi salah satu nama ayat dalam Al - Qur'an, segala sumber pengetahuan. Jelas blog ini, tidak akan sanggup membahas seluk beluk makna yang terkandung dalam surat tersebut (yang sudah dibahas dengan sangat menarik di pantai keempat).

Al - Kahfi bagiku, hanyalah tempat perlindungan sementara dan beristirahat atau mungkin mencari setitik ketenangan, dari morat - marit kebisingan dunia dan realita hidup yang terkadang membutuhkan waktu untuk dipahami. 

Al-Kahfi, insya Allah hanya akan menjadi beranda sederhana saja, yang menemaniku disela - sela pelarian; dari kekuasaan kegelisahan atau gejolak kemarahan.