10 Things -i dont care- About Me


1. Aku suka semua warna hitam, merah dan paling ok : warna biru kecuali yang cenderung terang dan norak. Semua baju dan barang - barang yang lain akan kuusahakan untuk mengikuti warna - warna ini, kecuali waktu memilih nya dikecam sama semua orang...

2. Sebagian besar uang yang ku punya (yang ga begitu banyak) kuhabis kan untuk makan dan buku. Saking adictednya dengan buku n ga tahan ngeliat nya di etalase toko, banyak dari beberapa buku yang kubeli beberapa bulan lalu bahkan belum tersentuh hingga saat ini walaupun aku selalu membaca buku secara pararel karena cepat merasa bosan.

3. Hal yang membedakan ku dengan my twin adalah tanda tubuh di bagian kaki sebelah kiri, sedangkan kakak ku ada di pinggang sebelah kanan. Ini hanya pola dikulit yang berwarna agak gelap. Lalu, ada tai - nya lalat eh tai lalat di ujung alis kanan ku, ini baru kusadari waktu SMP. Ga kepikiran aja buat ngecek kayak gituan sebelumnya..so pas ketemu rada kaget juga..

4. Aku sakit punggung setiap saat..ini bertambah parah lagi setelah tulang bokong ku kebentur batu sungai waktu jatuh dari perahu ketika arung jeram beberapa bulan lalu. Untung ga sempat kelelep karena waktu kejedot batu itu rada panik juga tapi beruntung keburu di rescue sama anak - anak. Aku kesulitan berjalan beberapa menit dan jutaan menit lagi setelah saat itu..hehehe. At least, tiap 2 / 3 hari aku pasti minta seseorang untuk do some thingpada punggungku. Sebenarnya semua orang udah bilang supaya aku segera ke tukang pijit. Tapi aghhh ga deh...soalnya aneh aja klo dipegang - pegang orang lain sekalipun itu nenek - nenek tua !!!
*ga ketemu kata lain untuk mendeskribsikannya

5. Sebenarnya aku orang yang teratur dan kurang suka klo harus merubah pola itu. Kebiasaan setiap hari, dari pagi hingga malam, dari kamar mandi hingga di hutan..always like that. Posisi barang - barang di kamar selalu sama, kecuali ada kebijakan tertentu untuk merubahnya karena faktor kebosanan ato emang udah ga layak lagi. So, jika ada orang iseng yang meriksa - meriksa my stuffs...believe me, i 'll know that..

6. Kaca mata pertamaku adalah dengan komposisi +1/2 dan +1/4. Angka dari resep ini cukup aneh untuk anak seumurku waktu itu (14 tahun alias kelas 2 SMP). Dan ini terjadi hingga aku gunakan kaca mata ke 3, dokternya katakan bahwa aku saat ini -1/2..lho kok bisa??

7. Aku belajar bawa motor kelas 2 SMP dan mobil kelas 1 SMA. Waktu belajar bawa motor sempat nabrak pagar rumah orang sampe biru - biru and berdarah. Selanjutnya hampir nabrak anak orang karena yang bersangkutan lari tepat di depan motorku yang sedang melaju kencang...wuffff, alhamdullilah orang tua ku tak tau kasus ini.

8. Posisi kuping kanan dan kiri ku sedikit tidak simeris. Ini kusadari waktu men - set tangkai kaca mata pertama ku 10 tahun lalu agar terasa seimbang sewaktu dipakai. Setelah ku tekuk -teku lalu ke letakan lagi diatas meja, hasilnya kaca mata yang telah dengan setingan ideal menurut telinga kiri kananku malah pincang alias tangkainya tidak simetris lagi. Dan ini terjadi lagi untuk kaca mata ke 2 dan ke 3...

9. Aku tidur dengan menututup kepala ku dengan apa saja, biasa nya dengan bantal atau handuk. Biasanya lagi aku tidur dengan posisi menyamping, jadi jika kugunakan bantal akan terasa sejuk terutama dibagian telinga dan muka. Hal ini kulakukan terus hingga saat ini sejak saat duluuuuuu waktu tidur dalam keadaan stress.

10. Tes IQ ku yang terakhir menunjukan angka 135...seperti yang dikatakan oleh tim penguji nilai ku termasuk index jenius (boleh belagu ga??? heheheh..) and dari semua orang di sekolah yang ikut tes ini, aku no 3 besar. Nomor satu di posisi 139 dan nomor dua di angka 137. Sebelum tes waktu itu aku makan ayam gulai paling enak hari itu di warung masakan padang depan sekolah. OOT..!!!

The Mad


02.09 pagi di jam kompi ku..mata tak juga mau terpejam. entah karena menunggu hingga tetes terakhir teh hangat di gelas ini habis, entah karena kurasakan jet lag tiba di negri parahyangan ini lagi setelah hampir 3 minggu di tanah kelahiranku. Negri kabut asap, hanya itu yang bisa kuucapkan dalam hati ketika pesawat yang kutumpangi akan lending. Hujan dan berkabut, padahal saat itu masih begitu pagi. Kuyakin sang mentari masih tersenyum di atas sana.

Saat ini aku menulis, dalam arti sebenarnya. Tanpa rangkaian kata - kata yang biasanya telah bersemayam lama dalam benakku. Entahlah saat ini begitu buntu. Kembali ke tempat ini lagi, kurasakan lagi rasa yang telah lama kukenal : letih, muak, dan sedih. ingin rasanya ku cepat melangkahkan kakiku dari tanah ini. Walau kusadari esok nya ku akan rasakan sejumlah rasa rindu dan setetes kesedihan lagi ketika mengingat nya lagi.

Seperti dulu ketika aku di tanah tempat begitu banyak orang masih berjalan di pematang sawahnya. Kusadari kecenderunganku yang ternyata ada sejak lama, bahwa begiku belum ada rumah. Kurasakan bahwa tempatku saat ini hanya begitu sementara, sesaat karena aku masih berlari mengejar apa yang belum kudapatkan. Itulah sebabnya ku tepis semua rasa memiliki atas apapun tentang tempat ini. Semua. Entah dimana rumah itu. seperti apa bentuknya. Bagaimana rasa berada didalamnya. Aku tak punya rumah. yang ada hanyalah tempat berteduh dimana orang - orang yang kusayangi -yang masih tersisa- berkumpul untuk mencoba membuat suasana menjadi lebih hangat. Tak ada rumah. Aku akan pergi sebentar lagi. Entah kemana yang pasti aku sedang berlari bersama mimpi ku menemui masa depan. Aku lelah dan sendiri.

Beberapa saat yang lalu dalam kesendirianku kesadari ada yang berubah. Tanpa terasa aku telah menjadi diam. Entah mengapa kuputuskan untuk sibuk dengan kata dalam benakku yang makin lama semakin ramai mengucapkan begitu banyak kalimat, kadan beraturan, kadang tidak berhubungan. Semua nya melintas dan berebut untuk mencuri perhatianku. Pernahkah kamu rasakan begitu indah berbicara dengan diri sendiri? Aku telah menemui nya, saat ini, disini, sekarang. Kadang tak bisa kukendalikan fisik ku sehingga pembicaraan dengan diriku ini terucap dengan lidahku atau tangan yang tak sabar untuk ikut berbicara.

Mungkin ini tanda - tanda kegilaan. Entahlah. Sudah sejak bertahun - tahun lalu aku tak takut untuk menjadi gila. Dulu, kahlil Gibran pernah katakan mungkin saja orang gila adalah yang paling waras dan hidup diantara banyak orang gila lain. Aku melankolik yang menikmati rasa sedih ku sendiri. Aku terbang menuju nirwana anganku tentang keheningan. Aku disini, saat ini, di dalam keheningan yang kuciptakan untuk ku nikmati.

Collection..


Ini stok lama waktu jalan ke jogja dulu, klo ga salah penghujung april lalu. Cuma bawa kamera digital temen, trus lagi iseng buka picture gallery and langsung tanganku kegatelan buka PS 2...ya udin, gini deh jadinya...

-The first one..-
Moment waktu sedang bercengkrama dengan mbah dihalaman Keraton Pakualaman,

aku minta ijin untuk ambil beberapa foto beliau..

I hope she is Ok now..
-The second one..-
-The third one..-

Dokter ku...


Hmm..lagi kangen rumah..kangen suasananya..kangen pedesnya sambel buatan bunda...trus kangen berantem sama my twin lagi...kakak. Ga ada mirip - mirip nya sama aku..klo kakak tipe anak ideal buat orang tua : juara kelas, dapat beasiswa ke Amerika, cantik, rapi, bersih, dst..dst...maka aku kebalikannya, tipe nakal..hahaha udah pemalas, kerjanya dulu main gitar terus, kamar berantakan, klo ada tugas sukanya nunggu kakak selesai dulu baru abis itu nyontek....

Belajar yang rajin ya bu dokter ...
Si Centil Laila Aidi
And narsis juga..

Jangan menangis lagi

Aku rasakan bahwa aku begitu membencimu. Hingga ingin ku membunuhmu saja agar tak ada yang bisa memilikimu kecuali hatiku yang kamu bawa bersama angin. Melebur dalam sunyinya malam ini. Kehancuran yang ada ketika merasakan kamu dengan nya begitu tak bisa untuk kugambarkan. Bahkan jejak yang ditinggalkannya masih akan tersisa disini, puing - puing berserakan. Entahlah.

Kadang aku juga rasakan, bahwa aku begitu mencintaimu. Layaknya embun yang memuja rumput yang mencoba untuk tumbuh di pangkuan bumi. ketika ku berjalan pulang sore itu menuju rumah yang ku tak tau ada dimana, aku rasakan kesejukan dalam rindu untuk menemuimu. Semilir angin saat itu juga berendah hati untuk menyapa ku, menemani perjalanan yang panjang.

Kegelisahan ini mungkin akan berakhir sekejab. Seketika, seperti waktu aku sadari rasa ini telah datang menerpa jiwaku. Mungkin ia tak akan pernah berakhir hingga aku pulang ke rumah masa depan. Menunggumu dalam pesona rasa sepi dan sendiri. Karena kesunyian ini begitu memabukan seperti anggur yang dikecap lidah - lidah yang haus.

Aku ingin menemuimu seperti apa adanya. Tanpa kata - kata yang dirangkul kemunafikan dalam kebohongan demi kebohongan. Tanpa suara yang menyunting riak kebisingan yang memekakan telinga. Aku hanya akan menjumpaimu dalam rangkulan kesedihan jiwaku, menanti hati yang kamu bawa serta bersama bayanganmu.

Apakah yang sedang terjadi dengan ku ? Membiarkan jiwaku mabuk dalam rasa tak menentu. Selalu mencoba bangkitkan sisa kenangan wajahmu. Jika benar ini akan berakhir kelak, lalu mengapa aku begitu bersedih saat ini ? Tak tertahankan, hingga sudah tak mampu lagi kurasakan sakit yang lain selain rasa yang kamu tinggalkan.

Jangan lagi bicara tentang cinta atau benci. Semua itu absurd dalam kesenjangan bumi yang berjalan diatas fakta - fakta tak ideal. Karena kita tak akan pernah mampu mendefenisikan nya sebagai layaknya ia tercipta untuk dirasakan. Biarlah ia hanya cukup didalam hati saja, jangan pernah dibawa serta menemui kemunafikan hidup.

Aku sedang duduk didalam kereta yang berjalan melintas bumi. Melihat siluet hamparan tumbuhan berjalan di sampingku. Ada langit biru gelap diterangi cahaya bulan yang sedikit malu diantara awan - awan malam. Ada rangkaian bintangku diatas sana, menunjuk pada timur. Ingin ku ceritakan tentang meraka padamu, suatu saat nanti ketika kita bicara dalam bahasa yang sama. Ketika kesombongan dan ego tak lagi mendekap jiwa yang lelah. Ketika rasa sakit atau rindu telah begitu menguasai hingga membuncah diantara tingginya gunung - gunung ingatan masa lalu.

Aku hanya akan melihatmu disini. Diam dalam sudut yang tak akan kamu kenali apalagi datangi. Aku berjalan di samping jalanmu, diatas pematang yang kecil dan tak akan pernah kamu jejaki. Jangan menuju padaku, karena ia berlawanan arah dengan mimpi - mimpi mu. Itulah sebabnya kita berpisah saja, sampai disana disaat yang lalu.

Tertawalah bersama angin yang menerpa bumi. Bergembiralah selagi langit masih begitu cerah. Tersenyumlah, hidupmu demikian berarti untukku karena ia mampu membuatku berlari ketika kelelahan menghampiri. Jangan bersedih lagi, karena itu mampu menghancurkan setiap rindu yang kukorbankan untuk kebahagiaan yang ku ingin untuk kamu miliki.

Aku memaafkan setiap dirimu yang menguasaiku. Aku mencoba ikhlaskan setiap rasa yang kamu tinggalkan dan hatiku yang kamu bawa serta. Mungkin memang inilah yang digariskan untuk tak kumiliki. Aku berharap untuk keindahan hidupmu dan kebahagiaan yang menyertainya. Maafkan jugalah jiwaku yang rapuh, ketika ia tak kuasa menahan keinginan untuk menyapamu. Dan ikhlaskanlah setiap kenanganmu yang tak akan kuserahkan pada waktu yang mencoba membawanya pergi. Biarkanlah semua ini tetap disampingku, menemani dalam kesendirian dan kesedihan yang selalu menyertai.

What kind of feeling is this?


I feel like a song without the words, a man without a soul, a bird without its wings, a heart without a home. I feel like a knight without a sword, a sky without the sun, cause you are the one.

I feel like a ship beneath the waves, a child who's lost its way, a door without a key, a face without a name.I feel like a breath without the air, and everyday's the same, since you've gone away.


They tell me that a man can lose his mind, living in the pain. Recallin' times gone by, I'm crying in the rain.You know I've wasted half the time and I'm on my knees again.'Til you come to me.

I gotta have a reason to wake up in the morning. You used to be the one that put a smile on my face. There are no words that could describe how I miss you; I miss you, everyday.

And I'm never gonna leave your side. And I'm never gonna leave your side, again. Still holding on, I won't let you go. Cause when I'm lying in your arms I know I'm home.

I hope u’r ok. Always take care your self cause I need to see you again.

My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D


God....i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-


Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 - 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 - 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 - 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : -
Audio Options : -
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.


Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.

Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.
Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.
Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).

Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.