Perjalanan


Hari ini tangan ku tergores golok. Ya..hari ini aku tersentak lagi dari renungan. kupikir ini suatu terguran. ketika renungan demi renungan ini menjadi lamunan yang tidak ada arti.

Hari ini, kuhela lagi nafas panjang. Mencoba melepas sedikit saja beban yang menghentak di punggungku. Aku tidak ingin lelah. Dan kata orang, berjalan cepat itu menenangkan kerisauan. Maka disinilah aku, berjalan dengan lagkah cepat tapi tidak terburu - buru. Katanya lagi, terburu - buru itu langkah setan.

Ya allah..mudahkan perjalan ini..
Perkenankan ia kuisi dengan jutaan pemaknaan akan pengalaman.
Ijinkan ia kujalani dengan kesabaran akan cobaan mu.
Biarkan ia kupenuhi dengan lantunan kerendahan hati dan kesabaran.
Tahankan ia dari kemarahan dan nafsu yang tak mampu dikendalikan.
Dan...hantarkanlah aku pada tujuan yang Kau ridhoi

Sederhana*


Hidup sederhana berarti membebaskan hidup dari segala ikatan yang tidak diperlukan.
Berbeda dengan kemiskinan, kesederhanaan merupakan suatu pilihan,
keputusan untuk menjalani hidup kita yang terfokus pada apa yang benar-benar berarti

* Take from buku Tulus Tanpa Batas

Meine Hoffnung


Ya Allah..ijinkan aku memulai benahi hidup ini
dengan bismillah..
tetapkanlah niatku..kuatkan tekad didalamnya..
dan..
mudahkan lah perjuangan ini.
karena hidup mati, suka dan duka ku..hanya kuserahkan padamu
maka..
ampuni kesalahanku..
tutupi kekuranganku..
sempurnakan ibadahku..
dan rendahkan..serta lapangkanlah hatiku..

Amien




-The Harsh Cry-


Saat ini, berdiri dalam kesunyian
Ditemani suara alam yang begitu menyejukan
Semilir angin sedang bercumbu dengan rerumputan
Gemericik air pun bermain dalam lekukan bebatuan
Kesedihan ini mengapa mampu begitu memabukan
Hingga untuk berjalan dan menatap tajam ke depan pun aku tak mampu
Jadi kupaksakan saja untuk berlutut dan merangkak menyusuri jalan ini
Nun di kejauhan sana terdengar gemuruh
Anginkah itu? atau ia ditemani badai?
Entahlah, apa bedanya itu saat ini ?
Bukankah pertemuan dan perpisahan denganmu sudah terasa seperti hantaman beribu gemuruh dan badai bagi hidupku ?
Jadi, apa bedanya itu saat ini ?
Walau merangkak pun akan tetapku berjalan menyusuri jalan panjang ini
Tak peduli walau mereka berlari kencang di sampingku
Tak peduli walau dunia membalik arah putarannya di bawah kakiku
Dan dengarlah, ada sayup nyanyian pilu burung camar di atas langit sana
Sungguh terasa begitu dekat dalam pendengaran jiwaku
Pun begitu nyata bagi penglihatan mata hatiku

[Al-Kahfi. 03.03.2007. - Unterwegs nach Deutsch -]



In The Middle Of Know Where


Apa kabar ? Klo ga salah, masih begitu sibuk ya. Rasanya sudah lama ga kutanya kabarmu, mmm..padahal baru beberapa hari yang lalu ya. Entahlah, sepertinya waktu berjalan sangat lambat bagiku. Aku hanya ingin menulis, jadi tak perlu ada menu reply kamu pilih untuk tulisan ini. Hmm, sayangnya saat ini aku sedang sedikit bosan dengan blog atau halaman bersih notepadku.

Apa kabar? Entahlah, hanya kalimat ini yang mampu kutanyakan padamu. Mungkin ada banyak kalimat tanya yang ada jika saja ku mampu katakannya. Tapi sepertinya memang berlaku hukum timbal balik.."Tak semua yang dirasakan mampu untuk dituliskan dan tak semua yang dituliskan bersedia untuk diucapkan". Ha..

Apa kabar? Aku baik - baik saja. Sudah cukuplah dua kalimat itu yang menjadi sahabat dekat sekarang. Karena tak ada kata lain yang dapat kupertemukan saat membuka percakapan dengan mu. Mungkin memang tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Seperti kata yang pernah kamu katakan, "ga penting" dan "begitu - begitu itu".


Ada begitu banyak siluet di depan ku, menanti untuk diartikan. Namun semua absurd ya, itulah sebabnya ia disebut siluet. Saat ini aku jatuh cinta dengan nya. Pola yang abstrak dan punya sandi sendiri yang menanti disingkap untuk diartikan. Hanya orang tertentu saja mungkin yang akan mampu mengartikan nya. Apakah aku termasuk bagian dari orang tertentu itu ? Entahlah, ku tak ingin mencari taunya. Yang kuyakin, pilihan itu masih tersedia untuk diambil.

Hai, apa kabar? Baik, kamu bagaimana ? Hmm..ternyata matahari sore ini sudah terbenam. Akh, sayang sekali ku terlambat untuk abadikan moment menakjubkan itu. Waktu tak pernah menunggu ya? Bayangkan jika ia menjadi makhluk bermurah hati yang bersedia mengantar siapa saja yang ingin menjemput milik nya yang tertinggal di saat lalu. Jika saja ada kesempatan itu, kupikir tetap saja tak akan kuambil milikku yang tertinggal denganmu. Biar saja dia disana ya, terserah akan kamu buang atau simpan. Katamu nyawa itu ga ada garansinya bukan ? kalau hati gimana?

Eh, Lagi ngapain? Ga lagi ngapain tuh. Kira - kira hidup 5 tahun dari sekarang seperti apa menurutmu ? Dulu sekali pernah kutuliskan hidup ku 5 tahun mendatang, ya..itu adalah saat ini. Tapi didalam nya tak ada tentang : duduk disini, menatap layar dan tuliskan surat padamu. Hmm...ternyata begitu banyak yang tak dapat direncanakan ya. Padahal aku kolerik melankolik murni..seharusnya itu jadi musibah besar bagiku, saat ku tak mampu atur dan membuat sesuatu sempurna seperti yang kurencanakan. Akh, biar saja lah toh setiap waktu pu jibril mungkin menjemput..



Hai, lihat...dapatkah kamu rasakan saat ini kusedang mengamati hidup yang berlalu didepanku ? Eh, klo ga salah ini hidup mu bukan ? seperti nya iya, dari ciri - ciri nya seperti itu. Kencang banget ya..ngebut. Hati - hati dijalan, jangan sampai nabrak ya..sabar - sabar saja. Hm..Klo hidup tabrakan bisa dititipin di bengkel samping trotoar ini ga?



Wah...dengarlah, azan subuh sudah menjemput. Boleh kuceritakan tidak, beberapa hari ini aku takut tidur saat malam. Aku takut mimpi yang sama menjemput ku lagi, karena waktu itu aku tersentak oleh kumandang azan. Pasti jika ku tertidur dan azan ini belum berkumandang, ia akan merangkul ku lagi. Membuat ku meronta - ronta dan menangis tanpa sadar dalam sunyi gelap malam ini. Baru saat ini kupercaya, mimpi itu bisa begitu nyata dan lebih menakutkan dari kenyataan itu sendiri. Benar tidak? Eh, klo hidup itu ada garansi nya ga?

In the midle of know where. 23 Nov 2006
[Al-Kahfi]


Ups..


Its a new day..
is that right ???

But...
Sowry.. I don't say 'Happy new year'..



Coz i dont celebrate new year in 1st January...




Take Care


Pesanmu saat ini sudah kubaca. Isinya seperti sudah begitu kukenal artinya. Entahlah apakah aku salah atau tidak. Saat ini kuputuskan untuk tak membalasnya, mungkin aku ingin menulis. Mudah - mudahan model komunikasi ini cukup berkenan untukmu. Karena sejujurnya aku takut untuk membuka lagi pembicaraan kita dengan sejuta pesan itu. Entahlah bagimana kujelaskan ini, mungkin memang tak akan pernah bisa dijelaskan ya ? Hanya bisa terucap seperti ini. Jadi akhirnya kuputuskan saja untuk membuat tulisan ini, untukmu.

Hm, Ada apa denganmu saat ini ? Pertanyaan klasik ya. Mungkin sebenarnya tak pantas untuk ku tanyakan itu, karena memang seharusnya aku tak perlu tau apapun tentangmu. Entahlah. Hm, dulu aku pernah rasakan saat ngambek dengan tuhan juga. Waktu itu papa pindah tugas ke negri antah barantah, padahal saat ini ku sedang nikmati hidupku di tengah kota kecil yang dingin ini. Kota baruku itu juga kecil, panas dan -menurut hatiku yang tak kalah panas juga- tempat ini dipenuhi orang - orang udik.


Saat itu, aku sedang tergila - gila dengan kakak kelasku. Karena dialah, aku meniti karir di lapangan tenis dan studio musik. Hahah...waktu itu aku ingin jadi atlit tenis sekaligus pemain gitar bass yang handal hanya demi untuk bisa dekat dengannya. Dan sekarang, Tuhan membuat ku harus pindah ke negri di ujung dunia ini, yang membuat semua rencanaku berantakan dan otakku kacau.



Saat itu aku juga marah dengan orang tuaku, walau aku tau tak ada hal lain yang bisa diperbuat oleh seorang dosen pegawai negri dengan surat tugasnya. Jadi kuputuskan untuk ngambek dengan Tuhan saja. Aku tak menemui nya sekalipun dalam hari - hariku, membuat kamarku berantakan dan kotor melebihi gudang belakang.

Aku berlaku seperti berandalan di sekolah padahal semua guru di sekolah itu tau siapa orang tuaku dan reputasinya. Aku tak peduli. Lalu semua berubah saat bunda pulang setelah studinya selesai. rumah itu dipenuhi oleh sentuhannya. Dulu waktu bibi pembantu masuk dalam kamar ku dan membereskannya, aku akan ngamuk setengah mati.

Lalu saat itu, bunda sendiri yang membersihkannya disuatu sore saatku pulang dari rutinitas sekolah yang membosankan. Lalu aku menangis di tengah kamar itu saat membaca pesan singkatnya, berisi kalimat yang kutak ingat persis apa isinya. Namun didalam ia katakan untukku menjaga diriku.

.: Al-Kahfi :.